tribas

The Thoughts and Talks

Archive for the ‘Bandung’ Category

Surat Terbuka Bagi SBY Terkait Doktor HC

Posted by Tri Basoeki Soelisvichyanto on February 6, 2009

Dear Pak SBY,

Selamat malam,

saya mendapat berita malam ini mengenai anda tidak akan menerima HC sebelum PilPres 2009 Usai.., melalui situs dengan alamat berikut:

http://www.detiknews.com/read/2009/02/06/172408/1080743/10/sby-minta-gelar-hc-itb-diundur-usai-pilpres

Saya sebagai salah satu alumni ITB dapat memastikan, insya Allah bila anda tetap konsisten dengan sikap anda saat ini dan mempertahankan kondisi terbaik bagi bangsa ini, bila tidak ada halangan pada saya, maka anda akan mendapat my VOTE dalam pilpres 2009 ini.

Semoga bangsa ini dapat bertahan dari ancaman keterpurukan dan dapat ber-ekspansi seperti halnya yang telah tersirat.

Salam,

Tri Basoeki S.
- Alumni ITB
- Alumni PSIK-ITB
- Anak kecil di bangsa ini.

Technorati Tags: , , , , , , ,

Posted in Bandung, ITB, Nusantara, PSIK-ITB, Sectoral-Setting, alumni-itb, doktor-HC, legacy, pemilu-2009 | Tagged: , , , , , , | 6 Comments »

Remembering Ical…

Posted by Tri Basoeki Soelisvichyanto on November 2, 2008

Baru-baru ini, kami kehilangan seorang sahabat terbaik yang pernah kami miliki. Namanya adalah Faizal Riza atau yang biasa dikenal dengan panggilan ICAL, pada tanggal 31 Oktober 2008, jam 9.30 WIB, di kota Makasar, Sulawesi Selatan, Bumi Indonesia.

Berikut ini adalah profil dari Ical.

Nama lengkap   :Faizal Riza

Panggilan         :Ical

Birth                : Makasar, 24 Mei 1979

Agama             : Islam

Highlited activities (Joining Group)

  1. Insitut Teknologi Bandung, Dept.Astronomi
  2. SatGas KM ITB
  3. Komite Penyelamat Suara Rakyat (KPSR) ITB
  4. Perkumpulan Studi llmu Kemasyarakatan (PSIK) ITB
  5. Himpunan Mahasiswa Astronomi (Himastron) ITB
  6. Keluarga Mahasiswa (KM) ITB
  7. Palang Merah Indonesia – Bandung
  8. Korps Sukarela Bandung
  9. Tim bencana gunung berapi Papandayan, Provinsi Jawa Barat.
  10. Tim Sukarelawan Sipil Pertama untuk Bencana Tsunami Aceh, Provinsi NAD
  11. Tim bencana gempa bumi Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
  12. Kompi 8 Film Independen Bandung
  13. dan terakhir adalah Reporter salah satu TV Lokal Bandung

Pada tanggal 31 Oktober 2008, keluarga besar PSIK ITB diwakili oleh empat (4) orang sahabat Ical untuk mengawal saat-saat terakhir Ical menuju tempat peristirahatannya yang abadi dan penuh kedamaian, yaitu Erik Wahyu Irawan (JOB Petrochina, Fi-ITB 97, PSIK ITB 97), Handi “hantu” (Wiraswasta, PN-01, PSIK ITB 01), Andina Tirta Dewi (Std Chrd, Ma-01, PSIK-ITB 01), dan Kumed”us” (Mahasiswa ITB, PSIK ITB 06).

Kami yang berada di Jakarta, pada tanggal yang sama berkumpul, dihadiri dari angkatan 80’an hingga angkatan 2003, yang di Jakarta sekitarnya sampai yang berada di Kuala Lumpur pun juga datang, kami berkumpul di Markas Besar PSIK ITB di daerah Pejaten.

Setelah melakukan Sholat Maghrib bersama, kami melakukan Shalat Jenazah (Ghaib) bagi saudara seperjuangan kami, Ical.

Beberapa hal yang dapat saya ingat dalam pertemuan tersebut ada beberapa testimonial dari kawan-kawan tentang Ical.


Bung Depi (Geophysics Oil & Gas)

“dulu di satgas, yag gue inget, karena ada Ical maka menjadihidup suasananya, dia (ical) dengan Iyam yang pandai bernyanyi…gue ketemu dia pas saat ngantongin minyak goring ke plastic menjelang pasar rakyat”

Bung Anto Sudarto (Wirausahawan)

“Ical adalah orang yg tegas, gak banyak bicara, dia yang meramaikan jalannya pergerakan di ITB, aktifis sejati”

Bung Khalid “Alit” Zabidi (Dosen Univ. Paramadina)

“yang gue paham, Ical dan 4 orang 97 lainnya (Roy, Erik, Ebonk, dan Tribas) adalah Solid, gue ngeliat Ical tidak perseorangan, tapi ical adalah Tim. Gak ada yang bisa nembus mereka, mereka solid..udah benerlah mereka pokoknya.”

Tribas (PT.Rekayasa Industri)

“Kurus, Jangkung, Survival.. sampai saat terakhir gue ketemu ical (Lebaran kemarin), ical masih saja berpikir bagaimana tentang krisis energi (LPG menjadi Minyak Tanah) dan Krisis Global. Dia gak pernah berhenti berfikir tentang masyarakat” 

Bung Ilham “Ebonk” R. Sasmita (United Coders)

“dulu, dia (Ical) sama si Roy, Tribas, dan Erik dengan  hardtopnya datang ke himpunan, mengarak gue keliling kampus pas gue diwisuda”

Bung Lutfi Alkatiri (Politikus)

“anaknya rada keras kepala, tapi dia jelas. Dia gak pernah betrayed kelompoknya. Dia selalu menjalankan apa yang dia yakini, gak peduli dengan apa omongan orang..”

Bung Dedy Wijaya (Wirausahawan)

“ical itu yang pernah tinggal sama gue dia yang nge-push gue suapaya lulus..ical”

Bung Aan Hanif (Mahasiswa Master Bio Management ITB)

“dulu pas gue lulus (Sarjana), dia ngasih gue bendera merah putih ukuran 4×6, trus dia bilang..akhirnya lulus jug aloe dia datang. Dia pernah nampar gue supaya gue konsisten.. dan Ical selalu ingat kopi kesukaan gue”

Bung Oscar (Ikon Science, Kuala Lumpur)

“yang gue inget tentang ical adalah orang lapangan sejati,
ngajarin gue rapling dia sama erik”

Bung Gatot Sudaryanto (Business Man)

“dia yang masih muda, usia dibawah 30 tahun, belum menikah, tetapi sudah berbuat banyak. Sedangkan mereka yang berumur lebih panjang, belum tentu bisa seperti ical”

Ical, telah banyak hal yang kita lalui bersama yang tak mungkin akan kami sanggup menulisnya tanpa derai air mata kebahagiaan untuk mengingat masa-masa tersebut. Terima kasih karena telah memberikan warna yang sangat berarti bagi kami. Kau adalah sahabat sejati…

“Selamat jalan sobat, selamat jalan Saudara ku. Berbahagialah engkau karena sudah bersatu dengan Allah SWT… kami akan lanjutkan perjuangan kita yang belum terselesaikan…”

Innalillahi Wa Innailaihi Raji’un…

Cinta kami bagi mu Sobat Ical (24 Mei 1979 – 31 Okt 2008)


# Tribas

PSIK-ITB 97

Technorati Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Posted in 24-mei-1979, 31-oktober-2008, Bandung, ITB, Indonesia, KM-ITB, KPSR, Nasional, Nusantara, PSIK-ITB, Tsunami-Aceh, alumni-itb, astronomy-itb, bangsa, bangsa-besar, damai, demokrasi, demokrasi-ekonomi, demokrasi-politik, doa, ebonk, erik, faizal-riza, gunung-papandayan, harapan, himastron, ical, islam, komitmen, makasar, merdeka, negara, pcl-astro97, pejaten, pemuda, pers, roy, satgas, sejarah, septerra | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Comments »

Ketololan (baca:Inkonsistensi) Media di Indonesia..

Posted by Tri Basoeki Soelisvichyanto on August 26, 2008

HOT NEWS
**********

Hari ini aku membaca 4 media yang berbeda, dari internet kutemui bahwa banyak Media Cetak yang mungkin saat ini berstatus tidak dapat dipercaya… terbukti untuk 1 hal urusan saja, mereka beda-beda.. apalagi kalau bukan dugaan orang bahwa independensi media/ wartawan memang diragukan, mereka bukan pejuang dengan bermodalkan tinta lagi..tetapi, menulis apa yang dimaukan oleh si….

Berawal dari aku mencari berita tentang energi, terus berlanjutke panas bumi…
kemudian aku menemui berita yang cukup menggembirakan mengenai kelistrikan dan peran panas bumi dalam 5 tahun mendatang..terutama untuk daerah propinsi Jawa Barat, cuma kok ternyata ada inkonsistensi yah? Medianya yang memang dibayar untuk memberitakan tertentu, PimRed nya yang Goblog bin tolol, atau..Wartawannya yang memang Bego?

Ke-satu, dalam media kompas cetak versi Online kutemui berita itu sebagai berikut..

Ketua Tim Panas Bumi PT Perusahaan Listrik Negara Endro Supriyanto, Senin
(25/8), mengemukakan, Indonesia Power memenangi pengelolaan untuk wilayah kerja
panas bumi (WKP) Tangkuban Parahu dengan harga jual listrik 5,8 sen dollar AS
per kWh untuk kapasitas pembangkit 2 x 55 megawatt (MW). Adapun Wijaya Karya
memenangi pengelolaan WKP Gunung Tampomas dengan harga jual listrik 6,5 sen
dollar AS per kWh untuk pembangkit berkapasitas 2 x 20 MW

Adapun PT Jabar Halimun Geothermal menjadi pemenang lelang WKP Cisolok Sukarami
dengan harga listrik 6,85 sen dollar AS per kWh. Penetapan WKP untuk wilayah ini
ditunda karena tumpang tindih dengan hutan lindung. Tiga WKP itu termasuk
sembilan WKP yang diserahkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk
dilelang.

jadi ada tiga perusahaan pemenang Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi(Pabum) Jawa Barat (Jabar), yaitu: Indonesia Power, Wijaya Karya, dan Jabar Halimun Geothermal.

Ke-dua, dalam media-indonesia cetak versi Online kutemui berita itu sebagai berikut…

JAKARTA (MI): PT Indonesia Power memenangi tender dua wilayah kerja pertambangan
(WKP) panas bumi yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni di
Cisolok-Sukarame berkapasitas 45 Mw dan Tangkuban Perahu 220 Mw.

Nah ada yang beda nih, WKP Cisolok-Cisukarame dimenangkan keduanya oleh Indonesia Power? lalu Jabar Halimun Geothermalnya kemana?

Ke-tiga, dalam detikfinance Online kutemui berita itu sebagai berikut…

….disampaikan Direktur Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah
ESDM Sugiharto Harsoprayitnoa ketika ditemui di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin
(25/8/2008).

“Ada tiga wilayah yang sudah laku. Cisolok-Sukarame,
Tangkuban Perahu, dan Tampomas. Pemenangnya Indonesia Power, Wika, satu lagi
saya lupa,” katanya.

Lho, kok bisa lupa toh pak? tetapi jelas bahwa ada tiga perusahaan (secara berurutan) dimana Indonesia Power bukan pemenang untuk WKP Cisolok-Cisukarame, dan Wijaya Karya memenangkan untuk Tampomas.

Ke-empat, dalam Bisnis-Indonesia versi Online kutemui berita itu sebagai berikut…

Untuk Wika, perusahaan yang banyak bergerak di bidang konstruksi itu memenangi�
tender untuk wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Tampomas, sementara Indonesia
Power memperoleh WKP Tangkuban Perahu dan Cisolok-Cisukarame.

Waduh, disini Indonesia Power diberitakan menang WKP Cisolok-Cisukarame..dan Wijaya Karya tetap di Tampomas.

Secara keseluruhan, jelas, tampaknya Media-media ini punya sumber informasi yang beda dan bisa dibilang “tidak dapat dipercaya”, kenapa ku bilang begitu? karena lha, dari empat media ada dua versi yang berbeda…dan tampaknya beritanya satu kata, jadi apalagi kalau bukan dari 1 sumber atau 2 sumber? masalahnya siapa yg nulis ulang, itu yg menjadi problems..

Hahaha, kalau dibilang di newsticker bahwa wartawan dari salah satu group yang tidak menerima imbalan upah atau apapun..itu berarti BOHONG donk ???!!! karena inkonsistensi baru saja terbukti disini ha ha ha… memang media di Indonesia harus di Ospek Ulang, masih saja tidak dewasa… hahaha

Padahal, ini khan masalah energi listrik yang saat ini menjadi salah satu sorotan penting di negara ini..gimana toh ini, energi listrik kok seperti pemilu yang simpang siur? kok tampaknya tidak ada simpatinya sama sekali sama penderitaan rakyat Indonesia yaaa

Jadi media mana yang anda percaya sebagai referensi berita?

dari Bisnis Indonesia versus

DetikFinance versus

Media-Indonesia versus

Kompas

kira-kira masalah media ini ada diatur oleh dirjen atau kementrian mana yah???
Kesalahan bisa dimaafkan, namun, kesalahan yang men-drive publik khan berarti fitnah???

Betul? Bagaimana menurut anda?

Ya Allah, mau jadi apa bangsa ini?

Mohon maaf yang sebesar2nya bila ada yang tidak berkenan, menyinggung perasaan atau hati yang paling dalam, saya menulis karena saya cinta pada bangsa ini..dan saya khan hanya anak kecil di bangsa yang besar ini, dan saya hanya ingin objectivitas dan kebenaran universal semata..dan saya ingin pers Indonesia bisa lebih koreksi dan berbenah diri…sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya..

Technorati Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Posted in Bandung, Bisnis, Heritage, Indonesia, International, Link, harapan, indonesia-power, investasi, jabar-halimun-geothermal, jawa-barat, panas-bumi, pengkhianat-bangsa, perang, psy-war, strategi, trade-balance, wijaya-karya, wkp | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments »