HOT NEWS
**********
Hari ini aku membaca 4 media yang berbeda, dari internet kutemui bahwa banyak Media Cetak yang mungkin saat ini berstatus tidak dapat dipercaya… terbukti untuk 1 hal urusan saja, mereka beda-beda.. apalagi kalau bukan dugaan orang bahwa independensi media/ wartawan memang diragukan, mereka bukan pejuang dengan bermodalkan tinta lagi..tetapi, menulis apa yang dimaukan oleh si….
Berawal dari aku mencari berita tentang energi, terus berlanjutke panas bumi…
kemudian aku menemui berita yang cukup menggembirakan mengenai kelistrikan dan peran panas bumi dalam 5 tahun mendatang..terutama untuk daerah propinsi Jawa Barat, cuma kok ternyata ada inkonsistensi yah? Medianya yang memang dibayar untuk memberitakan tertentu, PimRed nya yang Goblog bin tolol, atau..Wartawannya yang memang Bego?
Ke-satu, dalam media kompas cetak versi Online kutemui berita itu sebagai berikut..
Ketua Tim Panas Bumi PT Perusahaan Listrik Negara Endro Supriyanto, Senin
(25/8), mengemukakan, Indonesia Power memenangi pengelolaan untuk wilayah kerja
panas bumi (WKP) Tangkuban Parahu dengan harga jual listrik 5,8 sen dollar AS
per kWh untuk kapasitas pembangkit 2 x 55 megawatt (MW). Adapun Wijaya Karya
memenangi pengelolaan WKP Gunung Tampomas dengan harga jual listrik 6,5 sen
dollar AS per kWh untuk pembangkit berkapasitas 2 x 20 MW
Adapun PT Jabar Halimun Geothermal menjadi pemenang lelang WKP Cisolok Sukarami
dengan harga listrik 6,85 sen dollar AS per kWh. Penetapan WKP untuk wilayah ini
ditunda karena tumpang tindih dengan hutan lindung. Tiga WKP itu termasuk
sembilan WKP yang diserahkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk
dilelang.
jadi ada tiga perusahaan pemenang Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi(Pabum) Jawa Barat (Jabar), yaitu: Indonesia Power, Wijaya Karya, dan Jabar Halimun Geothermal.
Ke-dua, dalam media-indonesia cetak versi Online kutemui berita itu sebagai berikut…
JAKARTA (MI): PT Indonesia Power memenangi tender dua wilayah kerja pertambangan
(WKP) panas bumi yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni di
Cisolok-Sukarame berkapasitas 45 Mw dan Tangkuban Perahu 220 Mw.
Nah ada yang beda nih, WKP Cisolok-Cisukarame dimenangkan keduanya oleh Indonesia Power? lalu Jabar Halimun Geothermalnya kemana?
Ke-tiga, dalam detikfinance Online kutemui berita itu sebagai berikut…
….disampaikan Direktur Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah
ESDM Sugiharto Harsoprayitnoa ketika ditemui di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin
(25/8/2008).
“Ada tiga wilayah yang sudah laku. Cisolok-Sukarame,
Tangkuban Perahu, dan Tampomas. Pemenangnya Indonesia Power, Wika, satu lagi
saya lupa,” katanya.
Lho, kok bisa lupa toh pak? tetapi jelas bahwa ada tiga perusahaan (secara berurutan) dimana Indonesia Power bukan pemenang untuk WKP Cisolok-Cisukarame, dan Wijaya Karya memenangkan untuk Tampomas.
Ke-empat, dalam Bisnis-Indonesia versi Online kutemui berita itu sebagai berikut…
Untuk Wika, perusahaan yang banyak bergerak di bidang konstruksi itu memenangi�
tender untuk wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Tampomas, sementara Indonesia
Power memperoleh WKP Tangkuban Perahu dan Cisolok-Cisukarame.
Waduh, disini Indonesia Power diberitakan menang WKP Cisolok-Cisukarame..dan Wijaya Karya tetap di Tampomas.
Secara keseluruhan, jelas, tampaknya Media-media ini punya sumber informasi yang beda dan bisa dibilang “tidak dapat dipercaya”, kenapa ku bilang begitu? karena lha, dari empat media ada dua versi yang berbeda…dan tampaknya beritanya satu kata, jadi apalagi kalau bukan dari 1 sumber atau 2 sumber? masalahnya siapa yg nulis ulang, itu yg menjadi problems..
Hahaha, kalau dibilang di newsticker bahwa wartawan dari salah satu group yang tidak menerima imbalan upah atau apapun..itu berarti BOHONG donk ???!!! karena inkonsistensi baru saja terbukti disini ha ha ha… memang media di Indonesia harus di Ospek Ulang, masih saja tidak dewasa… hahaha
Padahal, ini khan masalah energi listrik yang saat ini menjadi salah satu sorotan penting di negara ini..gimana toh ini, energi listrik kok seperti pemilu yang simpang siur? kok tampaknya tidak ada simpatinya sama sekali sama penderitaan rakyat Indonesia yaaa
Jadi media mana yang anda percaya sebagai referensi berita?
dari Bisnis Indonesia versus

DetikFinance versus

Media-Indonesia versus

Kompas

kira-kira masalah media ini ada diatur oleh dirjen atau kementrian mana yah???
Kesalahan bisa dimaafkan, namun, kesalahan yang men-drive publik khan berarti fitnah???
Betul? Bagaimana menurut anda?
Ya Allah, mau jadi apa bangsa ini?
Mohon maaf yang sebesar2nya bila ada yang tidak berkenan, menyinggung perasaan atau hati yang paling dalam, saya menulis karena saya cinta pada bangsa ini..dan saya khan hanya anak kecil di bangsa yang besar ini, dan saya hanya ingin objectivitas dan kebenaran universal semata..dan saya ingin pers Indonesia bisa lebih koreksi dan berbenah diri…sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya..
Technorati Tags: heritage, media, independensi, goblog, pimred-tolol, kompas, media-indonesia, bisnis-indonesia, detik-finance, online, berita, geothermal, wkp, jawa-barat, esdm, pengkhianat-bangsa