tribas

The Thoughts and Talks

Archive for the ‘artis’ Category

Trade Balance

Posted by Tri Basoeki Soelisvichyanto on January 11, 2008

ABSTRAK

 

Kegagalan dalam suatu perdagangan tidak sepenuhnya terletak pada kekurangan atas pemenuhan instrumen yang dibutuhkan, namun lebih kepada kesalahan pada penetapan strategi yang dijalankan pada saat pelaksanaan perdagangan tersebut. Dalam beberapa hal, strategi tersebut tidak diajarkan melalui pendidikan formal, melainkan diajarkan melalui konsep lapangan (lesson by practice). Permasalahan tiba ketika suatu konsep dari pelaksanaan perdagangan telah menjadi pedoman baku namun hanya dipahami oleh segelintir orang.

Dari pemahaman lebih lanjut atas harga dan nilai, dapat dikembangkan suatu sintesa mengenai pola dan distribusi dari komoditas yang bersifat terbatas yang menguasai hajat hidup orang banyak. Komoditas tersebut biasanya dikenali sebagai komoditas sumberdaya alam yang tidak terbaharukan. Dengan demikian sudut pandang nilai atas “bernilai” dan harga atas “berharga” terhadap suatu komoditas selayaknya dibedakan, walaupun semakin bernilai suatu komoditas maka akan berharga semakin besar.

Trade Balance merupakan suatu sintesa yang masih harus diuji lebih lanjut, walaupun secara faktual menjadi pedoman pelaksanaan suatu perdagangan internasional.

Tulisan lengkap dapat diperoleh dengan cara menghubungi:

PSIK-ITB
Sunken Court W-09
Kampus Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha no. 10-12, Bandung, Jawa Barat.


Thus next question is: is it possible to Indonesia becoming world satellite?

 

 

Technorati Tags: , , , , , , , , , , ,

Posted in Bisnis, Finance, Heritage, ITB, Indonesia, International, Kampus, Link, Nasional, Nusantara, Sectoral-Setting, Strategy, Study, System, Wirausaha, agama, artis, prosperity, rekayasa, trade, trade-balance, tragedy, value, world | Leave a Comment »

Seks Bebas (Free Sex), Keperawanan (Virginity), dan Moral Bangsa (Nation Morality)

Posted by Tri Basoeki Soelisvichyanto on December 29, 2007

Jikalau kita menengok kebelakang sesaat, tentunya kita akan mengingat adanya tragedi pemeriksaan keperawanan sejumlah siswi dan pelajar lainnya di Indramayu, Jawa Barat. Aneh dan sekaligus menggelikan, namun ada benarnya juga sang kepala daerah saat itu.

Jikalau kita menengok kebelakang sesaat, tentunya kita akan mengingat pula adanya tragedi ketidak jelasan “ini anak siapa?” dari banyak artis wanita. Aneh dan sekaligus menyedihkan mengingat mereka adalah manusia yang seharusnya memiliki derajat mulia yang lebih tinggi daripada anjing.

Masalahnya, kalau kita melihat beberapa kota di Indonesia, kita akan menilik juga adanya seks bebas yang berkembang pesat dikalangan anak muda. Mau contoh? coba saja anda jalan-jalan malam, anda pasti akan menemui hal itu (free sex).

Mungkin sudah saatnya kita mencoba untuk bersikap lebih tegas lagi?
Misalkan untuk satu kategori pekerjaan, artis wanita..

Pemerintah mengadakan tes “keperawanan” bagi artis-artis yang berstatus “belum menikah”

Sedemikian rupa bila ternyata ada artis wanita yang belum menikah atau tidak pernah menikah namun sudah tidak perawan, maka seharusnya mereka dikucilkan dari masyarakat karena beberapa hal:

  1. mungkin saja dia mengancam keutuhan rumah tangga seseorang?
  2. mungkin saja dia mengidap aids?
  3. mungkin saja dia ternyata memang agen negara lain untuk merusak moral bangsa?
  4. mungkin saja dia adalah yang “dipake” oleh segelintir orang ber”kursi” dinegara ini?
  5. jelas dia merusak moral pelajar, pemuda, pejabat, aparat, dan kita…

masalahnya apakah para lembaga agama dinegara kita ini sanggup, berani? yang Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha, agama apalah terserah…

Tampaknya masalah degradasi moral ini adalah sebuah pekerjaan rumah yang sangat panjang. Mungkin saja karena saat ini pelajaran Budi Pekerti sudah ditiadakan…salah siapa???

 

Technorati Tags: , , , , , , , ,

Posted in Bisnis, Finance, Heritage, Indonesia, International, Link, Nasional, Sectoral-Setting, Soekarno, Strategy, Study, System, University, Wirausaha, agama, artis, free-sex, moral, perawan, pidato, risk, trade, tragedy | 58 Comments »