tribas

The Thoughts and Talks

Remembering Ical…

Posted by Tri Basoeki Soelisvichyanto on November 2, 2008

Baru-baru ini, kami kehilangan seorang sahabat terbaik yang pernah kami miliki. Namanya adalah Faizal Riza atau yang biasa dikenal dengan panggilan ICAL, pada tanggal 31 Oktober 2008, jam 9.30 WIB, di kota Makasar, Sulawesi Selatan, Bumi Indonesia.

Berikut ini adalah profil dari Ical.

Nama lengkap   :Faizal Riza

Panggilan         :Ical

Birth                : Makasar, 24 Mei 1979

Agama             : Islam

Highlited activities (Joining Group)

  1. Insitut Teknologi Bandung, Dept.Astronomi
  2. SatGas KM ITB
  3. Komite Penyelamat Suara Rakyat (KPSR) ITB
  4. Perkumpulan Studi llmu Kemasyarakatan (PSIK) ITB
  5. Himpunan Mahasiswa Astronomi (Himastron) ITB
  6. Keluarga Mahasiswa (KM) ITB
  7. Palang Merah Indonesia – Bandung
  8. Korps Sukarela Bandung
  9. Tim bencana gunung berapi Papandayan, Provinsi Jawa Barat.
  10. Tim Sukarelawan Sipil Pertama untuk Bencana Tsunami Aceh, Provinsi NAD
  11. Tim bencana gempa bumi Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
  12. Kompi 8 Film Independen Bandung
  13. dan terakhir adalah Reporter salah satu TV Lokal Bandung

Pada tanggal 31 Oktober 2008, keluarga besar PSIK ITB diwakili oleh empat (4) orang sahabat Ical untuk mengawal saat-saat terakhir Ical menuju tempat peristirahatannya yang abadi dan penuh kedamaian, yaitu Erik Wahyu Irawan (JOB Petrochina, Fi-ITB 97, PSIK ITB 97), Handi “hantu” (Wiraswasta, PN-01, PSIK ITB 01), Andina Tirta Dewi (Std Chrd, Ma-01, PSIK-ITB 01), dan Kumed”us” (Mahasiswa ITB, PSIK ITB 06).

Kami yang berada di Jakarta, pada tanggal yang sama berkumpul, dihadiri dari angkatan 80’an hingga angkatan 2003, yang di Jakarta sekitarnya sampai yang berada di Kuala Lumpur pun juga datang, kami berkumpul di Markas Besar PSIK ITB di daerah Pejaten.

Setelah melakukan Sholat Maghrib bersama, kami melakukan Shalat Jenazah (Ghaib) bagi saudara seperjuangan kami, Ical.

Beberapa hal yang dapat saya ingat dalam pertemuan tersebut ada beberapa testimonial dari kawan-kawan tentang Ical.


Bung Depi (Geophysics Oil & Gas)

“dulu di satgas, yag gue inget, karena ada Ical maka menjadihidup suasananya, dia (ical) dengan Iyam yang pandai bernyanyi…gue ketemu dia pas saat ngantongin minyak goring ke plastic menjelang pasar rakyat”

Bung Anto Sudarto (Wirausahawan)

“Ical adalah orang yg tegas, gak banyak bicara, dia yang meramaikan jalannya pergerakan di ITB, aktifis sejati”

Bung Khalid “Alit” Zabidi (Dosen Univ. Paramadina)

“yang gue paham, Ical dan 4 orang 97 lainnya (Roy, Erik, Ebonk, dan Tribas) adalah Solid, gue ngeliat Ical tidak perseorangan, tapi ical adalah Tim. Gak ada yang bisa nembus mereka, mereka solid..udah benerlah mereka pokoknya.”

Tribas (PT.Rekayasa Industri)

“Kurus, Jangkung, Survival.. sampai saat terakhir gue ketemu ical (Lebaran kemarin), ical masih saja berpikir bagaimana tentang krisis energi (LPG menjadi Minyak Tanah) dan Krisis Global. Dia gak pernah berhenti berfikir tentang masyarakat” 

Bung Ilham “Ebonk” R. Sasmita (United Coders)

“dulu, dia (Ical) sama si Roy, Tribas, dan Erik dengan  hardtopnya datang ke himpunan, mengarak gue keliling kampus pas gue diwisuda”

Bung Lutfi Alkatiri (Politikus)

“anaknya rada keras kepala, tapi dia jelas. Dia gak pernah betrayed kelompoknya. Dia selalu menjalankan apa yang dia yakini, gak peduli dengan apa omongan orang..”

Bung Dedy Wijaya (Wirausahawan)

“ical itu yang pernah tinggal sama gue dia yang nge-push gue suapaya lulus..ical”

Bung Aan Hanif (Mahasiswa Master Bio Management ITB)

“dulu pas gue lulus (Sarjana), dia ngasih gue bendera merah putih ukuran 4×6, trus dia bilang..akhirnya lulus jug aloe dia datang. Dia pernah nampar gue supaya gue konsisten.. dan Ical selalu ingat kopi kesukaan gue”

Bung Oscar (Ikon Science, Kuala Lumpur)

“yang gue inget tentang ical adalah orang lapangan sejati,
ngajarin gue rapling dia sama erik”

Bung Gatot Sudaryanto (Business Man)

“dia yang masih muda, usia dibawah 30 tahun, belum menikah, tetapi sudah berbuat banyak. Sedangkan mereka yang berumur lebih panjang, belum tentu bisa seperti ical”

Ical, telah banyak hal yang kita lalui bersama yang tak mungkin akan kami sanggup menulisnya tanpa derai air mata kebahagiaan untuk mengingat masa-masa tersebut. Terima kasih karena telah memberikan warna yang sangat berarti bagi kami. Kau adalah sahabat sejati…

“Selamat jalan sobat, selamat jalan Saudara ku. Berbahagialah engkau karena sudah bersatu dengan Allah SWT… kami akan lanjutkan perjuangan kita yang belum terselesaikan…”

Innalillahi Wa Innailaihi Raji’un…

Cinta kami bagi mu Sobat Ical (24 Mei 1979 – 31 Okt 2008)


# Tribas

PSIK-ITB 97

Technorati Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

14 Responses to “Remembering Ical…”

  1. Astrid said

    ical.. itu ceu mar..

    inget ceu mar gue selalu inget ical..

    dia yang pertama kali ngenalin gue yang cupu ini ke ceu mar, barengan ama erik dan anak-anak PSIK laennya, tengah malem..

    meskipun sebagai PSIK murtad gue ga kenal deket dengan ical, tapi ngeliat dia gue selalu berpikir bahwa dia orang yang lebih suka beraksi daripada berkata-kata..

    sayang sekali gue ga punya waktu lebih banyak buat belajar lebih dari dia..

  2. Tono (Penerbangan 2001) said

    Cuma pernah beberapa kali bertemu, dikenalin sama teman, tapi pertemuannya berkualitas ..

    Dibeberapa kesempatan itu gw sempet ditraktir Ical di gelap nyawang, Ngobrol tentang kosmologi, tentang dunia penerbangan .. Ical sepertinya lebih tertarik ke penerbangan di bandingin astronomi, pengetahuan penerbangannya buat hal2 yang umum juga mumpuni .. pernah cerita kalo dia berminat s2 di bidang penerbangan ..

    Beberapa waktu lalu sempat menghubungi, katanya Ical mau beli peralatan buat production house di Singapore sini .. Lalu menghilang dan muncul2 tiba2 lewat YM di malam takbiran yang lewat .. dia bilang “Maneh tong sedih Ton lebaran tara bareng jeung kaluarga, urang oge di Bdg sorangan” ..

    Selamat menempuh perjalanan menuju keabadian Cal ..

    Selamat mengarungi dimensi yang lebih luas dan tanpa batas ..

    Maaf belum sempat nemenin jalan2 keliling Singapore dan balas nraktir ..

  3. dilvohanif said

    bang ical…
    ga pernah kebayang orang yang menurut gw sangat tangguh akhirnya harus pergi..
    tapi Allah berkehendak..
    makasih atas semua yang pernah gw dapat..
    gw jadi pengen dengar abg marah2..
    sayang kita ga jadi bareng ke semeru..

  4. Nove Maria said

    Gw ga kenal yang namanya ICAL…tapi gw baca testi n comment yg deket ma m ical bahwa dia adalah salah satu anak bangsa yg mengerti, peduli, perhatian, welcome to all body, nice, smart. sosok pribadi yang tangguh dan pantang menyerah. dan sebagai orang yg tidak mengenal dia secara langsung gw ucapin ” Met jalan Mas Ical…apa yang sudah pernah kau lakukan demi masa depan akan menjadi perjuangan yg harus kami lanjutkan. Doa dengan deraian air mata sahabat dan keluarga mu menghantarkanmu ke SisiNya. Damai buatmu di sorga…Buat teman2 mas Ical…Lanjutkan perjuangannya dan tetap semangat….

  5. Nuri said

    gw pernah naik Gunung Gede bareng ical n temen2 PSIK. Waktu itu kita naik ke sana lewat jalur yang paling susah, Selabintana Sukabumi. Kita mulai naik dari jam 4 subuh dan pas besok paginya kita baru nyadar kalo kita nyasar ke tempat penangkaran macan. Seru deh, ujan2an dan sempet pengen pulang… Untung ada Ical disana yang jagain kita2. Gw tau, sebenernya dia ikut karena ngerasa khawatir sama anak2. Dia selalu jalan paling belakang, bukan karena jalannya lambat. Tapi dia pgn memastikan ga ada yang tertinggal di belakang. Leave no one behind. Gw masih inget waktu itu kita tukeran tas. Tas dia kan kecil, gw bawa carrier… Terus kayanya dia kasian liat gw jatuh terus pas naik tebing dan tempat yang licin. Huah… those lovely moments… Still can believe that he’s gone already.

    Ical, semoga kamu telah menemukan jalan pulang yang terindah,
    Semoga Dia menjagamu, dengan kasih sayang sama seperti ketika kau menjaga teman2mu di dunia…

  6. alam (IBU Foundation Indonesia) said

    dia punya komitmet yg tangguh, loyal, keras kepala kl menurut dia apa yg dia yakinin bener, kecil kurus survival, selalu mengkuatirkan org lain walau dia malu untuk bilang itu, menjaga org2 yg ada disekitar nya..

    tgl 27 desember ‘04 sore aku bilang, “call g nyaman cm ngeliat TV tanpa pergerakan gini”. 28 subuh dia tlp “lam ke PSIK skrg kita berangkat bsk subuh”… februari kita balik sambil dijalan kita merencanakan untuk langsung balik lg ke sini begitu sampe. menarik 4 bulan brg dia, berbagi keputusan, berbagi tanggung jawab… n Saat dia pergi menghadap yg punya Langit dan Bumi gw msh terdampar di sini..

    dan dia org yg berusaha keras menutupi identitas ku dr alumni2 ‘70 an dan non PSIK sebagai satu2 nya org non ITB di team supaya gw ttp ada diantara team… karna team pertama itu ITB only…

    Di Gempa jogya kita g bareng, tp kita selalu ketemuan buat diskusi bareng.. 1 mlm di rumah K’Dhani Yon I yg di jogya, dia bilang “g mslh lo jadi Pekerja Sosial Komersil asal Idealisme kita g ilang”, lembut tp nonjok..

    Tsunami Pangandaran kita g ktm… karna aku g bs ngehubungi dia, sedih rasa nya g duet…

    banyak hal baik dr Ical, yang ampe skrg masih gw inget….
    banyak hal baik yg g kesebut n disebut satu…

    yg pasti yg dia lakukan untuk tmn2 dan org banyak bakal selau di inget sebagai Doa untuk Ical…

    Rest In Peace Bro…

    http://alamlau.blog.friendster.com/2008/11/sahabat-in-memoriam-rest-in-peace-bro/
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=37060275946

  7. alam (IBU Foundation Indonesia) said

    Loyal ma tmn, keras kepala mempertahanan kan sesuatu yang dia anggap bener, selalu meng kuatirkan org yg dia kenal walau dia g pernah ngomong, mikiran org yg susah mulu kerja nya…

    tgl 27.12.04 sore, waktu kita nongkrong di KOMPI B,tempt yg sama2 kita buat.. gw bilang ma ical “g nyaman Cal cm bs ngeliat TV tanpa ada Pergerakan”.. Subuh nya dia tlp “kita ktm di PSIK, bsk subuh kita brgkt”…
    4 bulan kita bareng di sini, berbagi fikiran,berbagi tanggung jawab, pulang bentar buat ngejemput tim ke 3… Dia selalu berusaha nutupin identitas diriku dari alumni 70 an atau org2 non PSIK kl gw bkn org ITB karna tim 1 itu ITB only n gw satu2 nya org non ITB dalam team…

    Dijogya kita g bareng tp beberp kali ketemuan buat diskusi di tempat K’Dhani alumni YON I, Ical bilang “Lo blh jd Pekerja Sosial Komersil tp jgn sampe idealisme kita ilang karna komersil nya”… Pelan tp nonjok bgt..

    Tsunami Pangandaran kita pisah karna aku g bs hub Ical di pangandaran…

    dulu Ical selalu mencaci Gw, Dedi atau Aan karna g lulus2 dan ngebadingin kita ama Oki…

    Yang Selalu gw inget dan berarti bgt adalah waktu “Komputer Dedi Ilang di maling org sedangkan data2 TA nya disitu semua.. dan Di saat Data2 Skripsi Gw ilang, Yang Panik dan Berfikir keras di 2 kejadian itu Ical”…

    Ical jg yg ngebantuin Gw ngumpulin data2 skripsiku dr awal lg ampe merekayasa hasil wawancara di PSIK siang2…

    Buat film bareng, bantuin Rani adik nya andin bikin film…
    hunting Poto brg…

    Waktu Dia, riki, Ridwan, Nisa n 1 lg gw lupa namanya yg ank UNPAS ke meulaboh mo bikin film n nginep di gw, tengah mlm sambil nongkrong di dpn rmh ngeliat langit dia bilang “Bagus jg ya Lam kl anak2 PSIK yg baru2 itu gw tinggal di sini brg lo n belajar di tempat ginian”
    Ide Gila yg Gila bgt tp kerennn…

    Inti nya… Si kurus, item dan Gondrong ini peduli bgt ma org lain…
    Selalu pengen Bantuin org lain, selalu kuatir ma org lain…
    Selalu mikirin org lain walau di saat dia dan gw g punya duit dgn samsu sebatang yang diisep gantian, dia msh mikirin rakyat yg bakal makin susah karna minyak bakal naek lg…

    Ical… banyak hal baik yg Lo lakukan dan berikan…
    Cuma Doa skrg yg kita berikan n Percaya bahwa org baik akan selalu dpt tempat yg baik pula…

    Rest In Peace Cal…

    http://alamlau.blog.friendster.com/2008/11/sahabat-in-memoriam-rest-in-peace-bro/
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=37060275946

  8. erik said

    Ical buat gw adalah sahabat, teman, saudara terbaik dari yang terbaik, dan ga mungkin ada yang bisa menggantikan tempatnya.
    gw ga bisa mengingat apapun dalam 11 tahun terakhir ini tanpa ical di dalamnya, karena dia memang selalu ada di dalamnya.
    semenjak perkenalan di PSIK saat harus masuk Dago Pakar tanpa uang sepeserpun, computer game, gitar, tinggal sekostan dan serumah, outdoor activity, hang out, sampai sebelum lebaran kemarin –sekali-kalinya– ical bilang bahwa “GW ADALAH ORANG ANEH”.
    Dan, yang gw tau. semua janji yang pernah dia ucapkan ke gw, sudah terbayar lunas hingga di akhir perjuangannya, gw diajaknya untuk datang kerumahnya di Makassar, meski itu adalah untuk mengantarkannya pulang ke tempat ia akan beristirahat untuk terakhir kalinya dan selama-lamanya.

    Tapi gw yakin, Allah akan memberikan tempat terbaik untuk orang sebaik ical.
    Dan Insya Allah… gw ikhlas.

  9. [...] dunia blogosphere : Si Ical, si Betty, Saudara Sepemuhriman Remembering Ical… Selamat jalan saudaraku Sahabat… In Memoriam… Rest In Peace Bro… Faisal Riza – Seorang Kawan [...]

  10. alam (ibu foundation Indonesia) said

    cm doa yg ku panjatkan…
    semoga dimudahkan jalannya…
    dilapangkan dan di terangkan tempatnya….

    Kau pergi mewariskan semangat Saudaraku….

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=37060275946&id=1183832844&index=1
    http://alamlau.blog.friendster.com/2008/11/sahabat-in-memoriam-rest-in-peace-bro/#comments

  11. alam (ibu foundation Indonesia) said

    [...] Selamat Jalan Saudara
    cm doa yg ku panjatkan…
    semoga dimudahkan jalannya…
    dilapangkan dan di terangkan tempatnya….

    Kau pergi mewariskan semangat Saudaraku….

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=37060275946&id=1183832844&index=1
    http://alamlau.blog.friendster.com/2008/11/sahabat-in-memoriam-rest-in-peace-bro/#comments [...]

  12. [...] Remembering Ical… Semoga Beristirahat Dengan Tenang Kawan Faisal Riza – Seorang Kawan Yang Pergi Meninggalkan Senyum selamat jalan Kakak… Selamat Jalan Septerra selamat-jalan-kawan… Si Ical, si Betty, Saudara Sepemuhriman In-Memoriam Faisal Riza (Ical) PSIK 97 Selamat Jalan Ical Sahabat… In Memoriam… Rest In Peace Bro… Lagu Untuk Ical: No One But You (Only The Good Die Young), By Queen Friend Selamat Jalan Pejuang – In Memoriam Ical In Memoriam Seorang Pejuang In Memoriam Faisal Riza – Ical Sumpah Pemuda, Mati Muda Faisal Riza (1979 – 2008) [...]

  13. [...] si Betty, Saudara Sepemuhriman Lagu Untuk Ical: No One But You (Only The Good Die Young), By Queen Remembering Ical… Selamat jalan saudaraku Sahabat… In Memoriam… Rest In Peace Bro… Faisal Riza – Seorang Kawan [...]

  14. 5 cm said

    Turut berduka cita..

    Faisal adalah orang yang sangat optimis kalo 5 cm bisa difilmin…

    dan sekarang 5 cm sedang dalam tahap skenario..

    thanks Faisal..

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>